Back to Top

explain into words..

Hello stranger, I am Annisaa Adha Nurrewa, shortly you can call me Nisaa. I am a college student majoring in Psychology. I love children, adore photography, I live in Bandung, and I am a Music-whore. I play some music instruments like Violin, and Guitar. My kind of music is Soul Jazz. Ballet, Human, and Foreign Languages are always attract me. If you want to know me, It's free to follow :)
Love

Childhood - Michael Jackson, repeat Terbangun, dan tiba-tiba lagu itu yang lagi diputar di playlist. Aku adalah salah satu manusia yang lebih sering menghayati lagu dari apa yang si pencipta ingin sampaikan lewat liriknya. Aneh? Apa emang kaya gitu? Jadi tiap aku denger lagu dan klik di telinga, aku langsung nyari liriknya dan mencoba memahami, kira-kira lagu ini tentang apa, dan ketika itu menyampaikan suatu maksud tentang kehidupan, cinta yang universal terhadap Tuhan, manusia lain, atau alam, bisa jadi nilai plus buat aku, dan siap-siap jadi most-played song di playlist Ha-ha! Di tulisan ini, sebenernya aku bukan ingin bercerita tentang lagu-lagu. Tapi lebih ke pengalaman emosional aku terhadap satu lagu, Childhood. Berawal dari mata kuliah beberapa semester lalu, sang dosen memberi tugas analisis kepribadian tokoh, kebetulan waktu itu aku lagi sering youtube-ing video Michael Jackson, jadilah aku memutuskan MJ ini yang bakal aku bedah, karena dari yang aku pernah baca selewat, MJ ini pernah mengalami child abuse dan kehidupannya penuh misteri. Menarik buat aku. Selama proses pembuatan tugas, aku sering browsing mengenai biografi MJ, bahkan sempat membaca beberapa buku biografinya. Semakin aku mendalami analisa, kayanya aku lagi dibawa ke kehidupan MJ, dari masa kecilnya sampai dia meninggal, beberapa kali aku menangis. Bukan menangis karena MJ meninggal, terlebih menangis karena aku melihat sisi lain dari kehidupan seseorang (berat haha!). Tapi emang betul, kayanya rasa empati aku bener-bener lagi diasah, betapa seorang manusia sebetulnya tidak pernah pantas untuk di-judge. Dari apa yang aku tangkap, banyak sekali orang yang jahat (iya, jahat) karena memberikan penilaian negatif atas seseorang cuma berdasarkan apa yang nampak pada suatu masa saja. Dalam kasus MJ ini misal, ada yang menilai dia sebagai pedofil lah, drugs-addict dll, tanpa tau kenapa dia bisa seperti itu, kejadian masa lalu apa yang membuat dia seperti itu, kenapa MJ sebegitu terobsesi nya terhadap dunia anak-anak, kenapa MJ sampai membuat rumahnya sedemikian rupa menjadi Neverland, dan MJ menumpahkan ekspresi emosional nya ke lagu-lagu yang dia buat, salah satunya di lagu Childhood, ada sepenggal lirik yang isinya gini “No one understands me, they view it as such strange eccentricities cause i keep kidding around like a child but pardon me, people say i’m not okay cause i love such elementary things, it’s been my fate to compensate, for the childhood i’ve never known..” lalu ada lirik yang menurut aku paling nyeredet hate.. “before you judge me, try hard to love me, look within your heart then ask, have you seen my childhood?”. Mungkin sepenggalan lirik lagu itu bisa cukup mewakili bahwa setiap manusia tidak pantas untuk di judge berdasarkan view kita yang terbatas. Bahwa setiap manusia akan merasa tidak nyaman bahkan sedih atas ‘penilaian’ dari yang lain. Karena sebetulnya setiap manusia berkompensasi, kelebihan menutupi kekurangan, kadang kita berusaha ekstra untuk mengkompensasi ketidakmampuan kita akan satu hal. Jadi gak ada salahnya kalau kita lebih menghargai orang lain, memahami dan menghayati bahwa setiap manusia memiliki keunikan jalan hidupnya masing-masing. Habluminallah hablumminannaas.

1 note
  1. satriamaulana said: :)
  2. cacamaricahey posted this